Pages

Selasa, 20 Mei 2014

Selain Haji, KPK Telusuri Dugaan Korupsi Lain di Kemenag - Metro TV News

Mufti Sholih - 20 Mei 2014 00:23 wib
ANT/Susanto

ANT/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri dugaan korupsi lain yang terjadi di Kementerian Agama, selain kasus dugaan korupsi pelaksaan haji. Kasus tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di Kementerian yang dipimpin Suryadharma Ali itu.

"Ada tindak lanjut yang mesti ditindaklanjuti lagi mengenai pengadaan. Itu kan PPK (pejabat pembuat komitmen)-nya satu, sudah diputus pengadilan," kata Wakil Ketua Bambang Widjojanto di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2014).

Menurut Bambang, kasus tersebut berkaitan dengan pengembangan dugaan korupsi pengadaan Alquran dan pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang sudah menyeret Ahmad Jauhari selaku PPK sebagai tersangka. Bambang pun menegaskan, dugaan korupsi tersebut memungkinkan dilakukan penyelidikan baru atau bisa langsung ke penyidikan.

"Hasil pengadilan biasanya ada laporan JPU apakah ada penyelidikan baru atau ! langsung ke penyidikan karena alat buktinya sudah ada," sebut dia.

Meski begitu, Bambang mengaku KPK masih butuh waktu buat mendalami vonis pengadilan terhadap Ahmad Jauhari. Dia memberi isyarat jika kasus itu didalami, pasti menyeret tersangka lain. "Masih belum, Jaksa masih meminta waktu," jelas dia.

Untuk diketahui, Ahmad Jauhari sudah divonis delapan tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Jauhari pun diminta membayar uang pengganti sebesar Rp100 juta dan 15 ribu dollar AS. Uang tersebut merupakan uang yang diterima Jauhari dari proyek pengadaan Alquran.

Namun, seusai menjalani vonis, Jauhari menyebut ada pihak lain yang pantas bertanggung jawab. Mereka adalah Nasaruddin Umar selaku Dirjen Bimas Islam yang kini menjabat Wakil Menteri Agama, Abdul Karim selaku Sesditjen Bimas dan Masyhuri selaku ketua panitia pengadaan.

(Jco)

Source : http://news.metrotvnews.com/read/2014/05/20/243532/selain-haji-kpk-telusuri-dugaan-korupsi-lain-di-kemenag