Pages

Kamis, 08 Mei 2014

OJK sulit beri pemahaman industri keuangan ke ibu rumah tangga - merdeka.com

Reporter : Novita Intan Sari | Kamis, 8 Mei 2014 14:03
Berita Terkait

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi terkait industri jasa keuangan kepada masyarakat. OJK mengaku memfokuskan diri memberi pemahaman ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan ibu rumah tangga.

Direktur Literasi dan Edukasi OJK Agus Sugiarto mengatakan, alasan otoritas fokus pada edukasi UMKM dan ibu rumah tangga karena tingkat pemahaman mereka tentang industri jasa keuangan masih rendah.

"Tahun ini edukasi rumah tangga dan UMKM karena pilar utama negara kita, menjadi garis depan keuangan karena jumlah UMKM mencapai 40-50 juta di Indonesia," ujarnya di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (8/5).

Pihaknya juga berencana mengajak asosiasi jasa keuangan, mulai dari perbankan, industri keuangan non bank (IKNB) dan pasar modal untuk ikut memberikan edukasi jasa keuangan kepada seluruh masyarakat khususnya UMKM dan para ibu rumah tangga.

"Edukasi ini akan dilakukan secara menyeluruh, saat ini kami punya program sebanyak 24 program edukasi," jelas dia.

Diakuinya, tak mudah menularkan program edukasi kepada masyarakat. Terlebih jika tak pernah mengenyam pendidikan. "Paling sulit belum ya efektifnya, kita juga seperti apa tergantung dirinya sendiri," ungkapnya.

Berangkat dari kondisi itu, pihaknya sudah menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan program edukasi keuangan dalam materi pembelajaran di sekolah.

"Jadi nanti dari SD, SMP, SMU sudah kenal dengan produk keuangan. Tidak mudah untuk masukkan ini, tapi kan kalau anak adik kita sudah mengenal bank dari dini akan lebih baik," papar dia

Menyinggung soal literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2013, hanya sebesar 21,8 persen yang melek soal jasa keuangan. Sisanya 78,2 persen belum memiliki pemahaman mengenai produk atau jasa keuangan.

"Sementara, penggunaan produk layanan keuangan hanya dinikmati 40,3 persen masyarakat Indonesia, dan sisanya sebanyak 59,7 persen belum mengakses layanan lembaga keuangan formal," tutupnya.

[noe]

Source : http://www.merdeka.com/uang/ojk-sulit-beri-pemahaman-industri-keuangan-ke-ibu-rumah-tangga.html