Pages

Rabu, 07 Mei 2014

Geledah Kantor Percetakan Negara - Sumatera Ekspres Online

Geledah Kantor Percetakan Negara

JAKARTA - Penyidik KPK terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan kasus korupsi pengadaan e-KTP. Upaya itu kemarin (6/5) dilakukan dengan menggeledah Percetakan Negara RI (PNRI).

Penyidik berupaya mencari sejumlah dokumen lelang yang ditengarai bermasalah.
    Dokumen yang dicari penyidik informasinya yang berkaitan dengan blangko dan personalisasi e-KTP. PNRI memang selaku konsorsium proyek e-KTP. Perusahaan pelat merah itu diketahui bertugas mencetak blangko e-KTP dan personalisasi.
    Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan ada dua tempat yang digeledah yakni PNRI di Jalan Percetakan Negara 31, Jakarta, dan rumah mantan Direktur PNRI Isnu Edhi Wijaya di Jalan Pondok Jaya III/34, Jakarta Selatan.
          "Penggeledahan itu dalam kaitan penyidikan dugaan TPK Pengadaan e-KTP dengan tersangka S (Sugiharto)," ujar Johan. Namun Johan belum bisa memastikan apa saja yang didapat penyidik dari penggeledahan tersebut. Penggeledahan sendiri berlangsung lebih dari lima jam.
    Selain PNRI, proyek e-KTP digarap sejumlah perusahaan lain, baik BUMN maupun swasta. Mereka memiliki tugas masing-masing. Misaln! ya PT Sucofindo (persero) yang melaksanakan tugas bimbingan dan pendampingan teknis.
          Sementara PT LEN Industri mengadakan perangkat keras AFIS, PT Quadra Solution bertugas mengadakan perangkat keras dan lunak. Sementara PT Sandipala Arthaputra (SAP) dan PT Paulus Tanos mencetak blanko e-KTP dan personalisasi dari PNRI.
          Selain PNRI, pengerjaan PT Quadra Solution juga ditengarai bermasalah. Sebab KPK saat ini telah melakukan pencegahan terhadap petinggi perusahaan itu, Anang Sugiana.
    Selain Anang, pencegahan juga telah dilakukan terhadap nama lainnya. Yakni tersangka Sugiharto (PPK sekaligus Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi dan Catatan Sipil pada Ditjen Adminduk Kemendagri), Irman (Dirjen Administrasi Kependudukan Kemendagri), Isnu Edhi Wijaya (mantan Dirut Percetakan Negara), dan Andi Agustinus (wiraswasta).    
          Terkait kasus korupsi proyek senilai Rp6 triliun itu, sebelumnya penyi! dik KPK juga mengobok-obok tempat lain. Antara ruang kerja Men! dagri, Kantor Dirjen Dukcapil Kemendagri, dan kantor PT LEN di Bandung.
    Dalam perkara ini, KPK memang baru menetapkan Sugiharto sebagai tersangka. Dia dianggap melakukan pelanggaran hukum hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,1 triliun. KPK menganggap pengadaan e-KTP bermasalah, salah satunya penerapan teknologi yang berbeda antara kontrak dan realisasi. (gun/ce2)

Source : http://sumeks.co.id/sumeks/beritautama/nasional/10966-geledah-kantor-percetakan-negara