Pages

Kamis, 08 Mei 2014

Bahas Pegawai Kebersihan, Ahok Gebrak Meja - Metro TV News

Surya Perkasa - 08 Mei 2014 19:03 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -- Antara/Rafiuddin Abdul Rahman

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -- Antara/Rafiuddin Abdul Rahman

RELATED TOPIC

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, kembali naik pitam saat membahas penanganan sampah di Ibu Kota. Kali ini, dia berang hingga menggebrak meja rapat.

Apakah yang membuat dia marah sampai menggebrak meja rapat?

Kemarahan pria yang akrab dipanggil Ahok itu terjadi ketika memimpin rapat penanganan sampah bersama Dinas Kebersihan dan pengusaha sampah di ruang Rapat Wakil Gubernur, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014).

Rapat yang tidak diliput oleh media itu dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Rapat pun berlangsung lancar dan tenang. Tapi, tidak sampai satu jam rapat berjalan, terdengar suara Ahok meninggi dari dalam ruang rapat. Sontak, para wartawan yang sedang bekerja di ruang sebelah menuju ruang rapat.

Ketika sampai dalam ruang rapat, mantan Bupati Belitung Timur itu sedang membahas permasalahan pegawai kebersihan.

"Saya cek di inspektorat katanya! bayar untuk pegawai itu ada 3.000. Sampai saya turunin enggak ada nama jelasnya. Pertama masuk ada 2.500. Tapi 2.700 ternyata bukan pegawai kami. Ternyata pegawai lepas. Lalu mana pegawai kita?!" tandasnya dalam nada tinggi.

Usut punya usut, ternyata Ahok jadi naik darah karena data pegawai kebersihan yang tidak jelas dan sinkron. Walau sudah berganti kepala dinas, SKPD itu masih dinilai tidak mampu mendata pegawai kebersihan yang dipekerjakan Pemprov DKI.

"Saya tunggu nama pegawai. Pas ditotal ada 10.721 sudah ditaruh di bank dan ternyata masih ada yang kececer. Saya tanya, dijawab enggak jelas!" tukasnya.

Setelah berbicara panjang lebar mengenai petugas kebersihan, mantan Anggota DPR RI ini menanyakan perhitungan pegawai kebersihan ke Kepala Dinas Kebersihan DKI, Saptastri Ediningtyas. Kadis Kebersihan yang menjawab tidak dengan tidak jelas membuat Ahok semakin marah.

"Ya kalau ibu bilang enggak cukup ya kita tambah, kalau cukup ya saya tulis. Say! a muak kalau saya gini hitungannya," geramnya sambil menggebra! k meja.

"Ini ada Pak Agus dari LKPP. Kan ini harus dihitung kalau pegawai turun, harus dicocokan dua pihak. Kalau keduanya diambil, tapi ternyata nggak diambil tanya ada namanya berarti ini ada siluman," lanjutnya.

Pria ini pun kemudian bertanya kepada Tyas, kapan perhitungan yang benar dapat diterimanya. Tyas pun kemudian berjanji akan memberikan data yang lengkap seminggu kedepan.

"Kalau ibu bilang 1 minggu atau 2 minggu ya enggak apa-apa. Berarti 22 Mei ya. 10.721 ini akan dipasang di mana saja," ucapnya dengan nada yang mulai turun.

Dia pun kemudian melanjutkan pembahasan tentang sampah Ibu Kota. Nada Ahok beberapa kali juga sempat naik. Namun, pembicaraan tetap berjalan lancar.

(Bob)

Source : http://news.metrotvnews.com/read/2014/05/08/239722/bahas-pegawai-kebersihan-ahok-gebrak-meja