Pages

Kamis, 05 September 2013

Tes Sederhana Deteksi Dini Kerusakan Jantung

SEBUAH tes sederhana untuk serangan jantung bisa menyelamatkan nyawa ribuan wanita setiap tahun.

Ilmuwan Inggris telah mengembangkan tes di mana setengah dari serangan jantung wanita saat ini terlalu sulit untuk dideteksi. Ini artinya korban kehilangan pengobatan yang seharusnya dapat dicegah, khususnya serangan jantung kedua yang fatal.

Uji baru yang sangat sensitif pada bintik darah memerlihatkan peningkatan kecil dalam protein yang disebut toponin yang dilepaskan ketika otot jantung rusak.

Uji coba awal menunjukkan bahwa serangan jantung perlu dilakukan scan dan tes standar. Setelah masalah itu selesai, pasien dapat dirujuk untuk operasi guna memperlebar arteri atau diberikan obat pengencer darah untuk mencegah pembekuan.

Edinburgh University sebagai kreator tes berharap bahwa ini akan digunakan di semua departemen.

Serangan jantung lebih sulit untuk mendiagnosis wanita karena mereka cenderung rentah terhadap gejala yang kurang jelas seperti sakit pinggang dan perut tak nyaman ketimbang nyeri dada.

Mereka juga cenderung memiliki serangan lebih ringan daripada pria dan electrocardiographns, serta tes standar gagal untuk menemukannya.

Nicholas Mills, seorang ahli jantung yang mengembangkan tes mengatakan, "Ini cukup sederhana, cukup murah dan memiliki potensi besar untuk memerbaiki cara kita mendiagonosa serangan jantung."

"Keuntungan dari tes ini kecilnya protein otot dari jantung memungkinkan Anda untuk membuat diagnosa serangan jantung lebih cepat."

"Ribuan pasien datang ke rumah sakit dengan nyeri dada tiap tahun dan dokter menggunakan tes standar, EKG, tes darah untuk mencoba mendeteksi serangan jantung."

Angka dari British Heart Foundation menunjukkan bahwa 31 ribu wanita dan 43 orang meninggal akibat serangan jantung di Inggris tiap tahun.

Wanita jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menderita serangan jantung di bawah usia 55 daripada pria, seperti dilansir Dailymail.

Anoop Shah dari University of Edinburgh membantu mengembangkan tes mengatakan bahwa wanita setelah mengalami serangan jantung memiliki ketahanan hidup yang lebih buruk dibanding pria. Selama bertahun-tahun, kriteria untuk mendiagnosis serangan jantung serupa untuk pria dan wanita.

"Dari penelitian ini kami menunjukkan bahwa tes ini dapat mendeteksi bahkan cedera terkecil ke jantung. Oleh karena itu, kami dapat mendiagnosa pasien dengan serangan jantung lebih akurat terutama untuk wanita." (ind)

Source : http://health.okezone.com/read/2013/09/05/482/861325/tes-sederhana-deteksi-dini-kerusakan-jantung