Pages

Kamis, 05 September 2013

Menekan Saraf di Leher Bisa Jadi Cara Baru Atasi Darah Tinggi

Jakarta, Semua orang pasti sepakat bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu silent killer terbesar. Agar tekanan darah tak terus-terusan naik maka penderitanya pun kerap minum obat secara rutin. Tapi kini ilmuwan menemukan ada saraf tertentu yang bisa mengatasi darah tinggi.

Para ilmuwan yang melakukan eksperimen pada tikus telah menemukan bahwa dengan mengaktifkan saraf di leher, tekanan darah tinggi bisa diobati secara efektif. Temuan ini diharapkan bisa menjadi kemajuan dalam menanggulangi hipertensi.

Peneliti di Britain's Bristol University melakukan percobaan pada tikus yang memiliki tekanan darah tinggi. Ketika mereka menghilangkan saraf yang menghubungkan otak dan nodul karotid tubuh dengan meletakkan sebutir beras di masing-masing sisi arteri karotis, tekanan darah tikus menurun dan stabil.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada Selasa (3/9) lalu. Tim peneliti akan melakukan teknik uji coba dalam skala kecil pada manusia dengan hasil yang diharapkan akan ada akhir tahun ini.

WHO menyebut hipertensi atau tekanan darah tinggi sebagai salah satu pembunuh diam-diam terbesar karena kebanyakan orang yang memiliknya tidak bisa merasakan atau melihatnya. Hipertensi mempengaruhi sekitar satu dari tiga orang di seluruh dunia dan dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

Setelah didagnosis, pasien darah tinggi biasanya mampu mengendalikan tekanan darah mereka dengan minum obat anti-hipertensi secara rutin atau bahkan sepanjang hidupnya. Namun, para ahli mengatakan konsumsi obat-obatan itu tidak membantu sekitar satu dari 50 pasien.

"Para ilmuwan bahkan tidak tahu jika mereka sudah memberi kontribusi besar terhadap penanganan darah tinggi. Meskipun, kami sudah tahu hubungan organ karotis dan hipertensi," kata Julian Paton, pemimpin studi di Bristol's school of physiology and pharmacology, demikian dilansir Reuters, Rabu (4/9/2013).

Tim Chico, ahli konsultan jantung di University of Sheffield yang tidak terlibat langsung dalam penelitian mengatakan studi ini sebagai sesuatu yang inovatif dan menarik. Tapi, ia memperingatkan bahwa perlu tindakan lebih lanjut untuk menilai keamanan dan efektivitas metode itu sebelum diterapkan pada pasien.

"Karotid tubuh bertindak untuk mengatur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Saat karotid dirangsang karena kadar oksigen di darah menurun seperti saat orang mengambil napas, hal ini menyebabkan peningkatan dramatis dalam pernapasan dan tekanan darah hingga kadar oksigen pulih," jelas paton.

Setelah mengetahui bahwa ada respons yang terjadi melalui hubungan saraf antara badan karotis dan otak, Paton dan timnya memutuskan untuk memblokir ujung saraf di leher dan menemukan bahwa cara itu cepat menurunkan tekanan darah.

"Saat ini manusia sedang fokus untuk mengetahui apakah ada pengobatan yang mungkin bekerja pada penderita darah tinggi selain konsumsi obat-obatan," tutur Jeremy Pearson, direktur asosiasi medis di British Heart Foundation yang ikut mendanai penelitian.

Sementara itu, Tony Heagerty, profesor kedokteran di Manchester University yang tidak terlibat dalam penelitian mengatakan studi ini adalah perkembangan menarik yang bisa berpotensi untuk menghindari konsumsi obat setiap hari selama bertahun-tahun.

(vta/vta)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/30d083ba/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A90C0A50C0A835470C23497950C7630Cmenekan0Esaraf0Edi0Eleher0Ebisa0Ejadi0Ecara0Ebaru0Eatasi0Edarah0Etinggi/story01.htm