Pages

Minggu, 08 September 2013

Ingin Tubuh Tetap Sehat Meski Aktivitas Padat? Ini Caranya

Jakarta, Mayoritas penduduk di kota besar seperti Jakarta pasti memiliki aktivitas yang padat. Oleh karena itu, kebugaran tubuh pun harus tetap terjaga, salah satunya saluran pencernaan yang berperan penting dalam proses sirkulasi makanan pada tubuh. Lantas bagaimana menyiasati agar tubuh tetap sehat di tengah aktivitas yang padat?

"Pola makan teratur, gizi yang seimbang, serta olahraga. Orang sekarang kan kebanyakan yang gerak cuma jarinya aja karena pakai gadget. Maka dari itu, lebih banyak lakukan aktivitas fisik, olahraga rutin dua atau tiga kali seminggu kurang lebih selama dua puluh menit. Yang penting badan itu gerak semua," jelas dokter pemerhati gaya hidup, dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt.

Akitivitas lainnya yang masih mungkin dilakukan misalnya naik sepeda ke kantor. Atau yang paling sering dilakukan kebanyakan orang yakni dengan naik angkutan umum, mereka biasanya akan berjalan kaki dulu ke jalan besar untuk naik angkutan umum. Aktivitas harian seperti itu juga bisa disebut olahraga meski tidak seperti di gym atau saat lari pagi.

Pemaparaan itu diberikan dr Grace dalam acara 'Intimate Media Gathering Buavita Royale Mix Berries' di Mama Goose Restaurant, Common House, Jl Panglima Polim IX, Jakarta Selatan, seperti ditulis Sabtu (7/9/2013).

Ibu satu anak ini juga mengingatkan pentingnya memperhatikan piramida makanan dalam mengatur asupan makanan. Orang seharusnya mengonsumsi karbohidrat dan serat lebih banyak dibanding lauk pauk dan gula serta zat tepung. Bagi para pekerja di kota besar, baik wanita maupun pria ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar pencernaannya tetap terjaga.

Pertama makan teratur dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah guna meningkatkan kontraksi di saluran pencernaan. Jika memang sudah ada tanda tubuh lapar, maka jangan diabaikan. Kedua, usahakan untuk minum delapan gelas air per hari.

Ketiga, perhatikan nutrition fact yang ada di kemasan makanan sehingga bisa diketahui kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Keempat, terutama saat sedang keluar kota, carilah makanan yang praktis tapi tetap sehat misalnya roti gandum atau oat.

Terakhir, upayakan jangan stres supaya saluran cerna bisa bekerja dengan baik. Selain itu, dr Grace juga mewanti-wanti masyarakat terutama di kota besar untuk memenuhi kebutuhan buah mereka. Terutama bagi anak-anak, mereka harus sudah dikenalkan dengan buah sejak dini. Caranya?

"Orang tua harus mencontohkan suka makan sayur, beri informasi tentang manfaat buah dan sayur pada anak dan menyajikan buah dengan potongan kecil-kecil agar tangannya bisa menggenggam buah tersebut. Dengan begitu, mereka akan kenal buah dan sayur," papar dr Grace.

Untuk jenis buah yang dikonsumsi, menurut dr Grace semua buah bisa dikonsumsi tapi memang harus memperhatikan kondisi masing-masing individu. Salah satunya buah berri yang memang baik untuk pencernaan karena mengandung banyak serat dan beberapa zat lainnya.

Satu buah apel atau pisang mengandung tiga gram serat, sedangkan setengah cup buah berri saja mengandung empat gram serat. Namun, karena buah berri memang susah didapat di Indonesia, dr Grace mengatakan masyarakat bisa mengonsumsi buah berri yang sudah berbentuk sari buah dalam kemasan.

Pentingnya konsumsi buah untuk menjaga kesehatan pencernaan diamini oleh Arya Bahupringga, Senior Brand Manager Buavita, PT Unilever Indonesia Tbk. Ia mengatakan bahwa pencernaan yang baik merupakan awal dari segala hal yang baik. Maka dari itu, Buavita sendiri mengkampanyekan sekaligus mengajak orang untuk berkomitmen menjadi fruitarian, orang yang memasukkan buah sebagai asupan wajibnya setiap hari.

"Salah satu kebutuhan akan buah bisa dipenuhi dengan rutin minum buavita yang merupakan sari buah, tapi sehari hanya kami anjurkan minum satu ya. Dari B-POM sendiri, minuman dikatakan sari buah kalau total kandungan jus buahnya lebih dari 35 persen. Minuman rasa buah, kandungan jusnya sepuluh sampai 25 persen, dan di bawah jumlah itu maka disebut perisa buah," jelas Arya.

"Jadikan buah sebagai asuransi kesehatan. Memang manfaatnya tidak bisa kita rasakan langusng saat ini, tapi nanti keesokan harinya pasti akan terasa manfaat konsumsi buah tersebut" pungkasnya.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/30f108c6/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A90C0A80C0A753520C23523830C7630Cingin0Etubuh0Etetap0Esehat0Emeski0Eaktivitas0Epadat0Eini0Ecaranya/story01.htm