Pages

Senin, 23 September 2013

Hemat Rp 100 Triliun dengan Berobat di Dalam Negeri


KOMPAS.com - 
Berobat ke luar negeri masih menjadi tren di masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas. Padahal dengan berobat ke luar negeri, triliunan rupiah devisa negara mengalir ke negara lain.

Spesialis jantung intervensi dr Dasaad Mulijono mengimbau masyarakat untuk memilih pengobatan di dalam negeri. Selain masalah kualitas yang tidak jauh berbeda, negara juga diuntungkan hingga Rp 100 triliun apabila masyarakat tidak lagi memilih berobat di luar negeri.

Ia berpendapat, berobat keluar negeri tidak selalu menjadi solusi yang terbaik. Pasalnya, saat ini teknologi kesehatan dan dokter di Indonesia memiliki kualitas yang sama dengan negara-negara lain, khususnya negara yang sering dijadikan destinasi pengobatan masyarakat Indonesia, Malaysia dan Singapura. 

"Tidak ada yang berbeda, kualitas teknologi yang terbaru pun di Indonesia sudah ada. Dokter-dokter di Indonesia pun banyak yang sekolah di luar negeri, ilmu dan kemampuannya sama," ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Bethsaida, Gading Serpong ini dalam sebuah seminar kesehatan Senin (23/9/2013) di Tangerang. 

Maka, kata dia, perlu adanya sosialisasi yang lebih baik dari jasa-jasa penyedia layanan dalam negeri supaya lebih dipercaya masyarakat.

Menurut Dasaad, alasan kebanyakan orang memilih untuk berobat ke luar negeri adalah pelayanannya yang lebih ramah dan dokter yang lebih komunikatif. Dengan kata lain, permasalahannya bukan pada teknologi kesehatan dan kualitas dokter.

"Hal tersebut harusnya mudah saja diperbaiki. Karena alasan jelas, untuk menarik orang lebih memilih pengobatan di negara sendiri," tandasnya.

Dasaad menekankan, untuk penyakit-penyakit yang membutuhkan penanganan cepat, lokasi pelayanan kesehatan terdekat sebaiknya dijadikan pilihan.

"Misalnya pasien penyakit jantung, kalau masih mikir-mikir mau terbang ke luar negeri dulu, bisa-bisa nyawa taruhannya," ujarnya. 

Selama memiliki fasilitas peralatan kesehatan yang baik dan dokter yang berkualitas, menurut dia, pelayanan kesehatan di Indonesia tidak kalah dengan pelayanan kesehatan luar negeri. 

Source : http://health.kompas.com/read/xml/2013/09/23/1718532/Hemat.Rp.100.Triliun.dengan.Berobat.di.Dalam.Negeri