Pages

Minggu, 22 September 2013

Dengan Kawat Gigi, Remaja Dengan Skoliosis 'Tak Perlu' Operasi

Jakarta, Siapa sangka, ternyata hanya dengan menggunakan kawat gigi, seseorang yang bentuk tulang belakangnya tergolong skoliosis bisa sembuh tanpa operasi. Namun tidak semua anak penderita skoliosis bisa sembuh dengan kawat gigi.

"Ternyata memang penggunaan kawat gigi relatif bisa menghindarkan penderita skoliosis dari penyembuhan melalui operasi. Kami juga menemukan semakin lama anak menggunakan kawat gigi, semakin besar pula peluangnya untuk sukses sembuh," papar dr Stuart Weinstein, kepala tim peneliti studi ini, yang dipublikasikan secara online oleh New England Journal Medicine.

Dia mencontohkan anak yang memasang kawat giginya selama 13 jam sehari memiliki peluang sebesar 90-93 persen untuk sukses memperbaiki tulang belakangnya, tanpa menjalani prosedur operasi. Nah, hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam rapat tahunan Scoliosis Research Society di Lyon, Perancis, seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/9/2013).

Penelitian ini dilakukan terhadap 242 remaja di Amerika Serikat dan Kanada. Sekitar 2-3 persen anak mempunyai bentuk tulang belakang yang tergolong 'aman', sementara 0,3-0,5 persen di antaranya memiliki sudut lengkung tulang punggung yang parah sehingga satu-satunya jalan penyembuhan adalah melalui operasi.

Begitu sudut lengkung tulang belakang mencapai 50 derajat atau lebih, semakin besar resikonya untuk menjadi lebih buruk lagi. Maka itu penanganan dini sejak kecil atau remaja, adalah jalan terbaik dan termurah.

Prosedur pemasangan kawat gigi untuk penderita skoliosis memang sudah dilakukan di dunia media sejak tahun 1940-an. Dari riset yang mereka lakukan, ditemukan 70 persen orang tua memilih memasangkan kawat gigi untuk anaknya yang menderita skoliosis. Meski demikian, Weinstein mengaku hingga saat ini belum ada penelitian dengan hasil data yang konsisten.

Riset ini juga menemukan hampir separuh dari pasien skoliosis yang menggunakan kawat gigi, sebenarnya tidak membutuhkan kawat gigi. Dari separuh yang membutuhkan kawat gigi, sebesar 41 persen menggunakan kawatnya tidak dalam waktu lama, sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap skoliosis yang diidapnya.

"Kita harus mengakui, bahwa kita masih sering salah memberi perawatan terhadap pasien skoliosis. Saya harap tahun depan kami dapat melakukan analisis lebih dalam lagi tentang hal ini, terutama dalam hal kawat gigi," pungkas Weinstein.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/3182e4c5/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A90C210C140A6180C23654690C7630Cdengan0Ekawat0Egigi0Eremaja0Edengan0Eskoliosis0Etak0Eperlu0Eoperasi/story01.htm