Pages

Jumat, 06 September 2013

Benarkah Kurang Tidur Bisa Membuat Gemuk? Ini Jawabannya

Jakarta, Pernahkah banyaknya aktivitas membuat waktu istirahat Anda semakin berkurang? Jika ya, Anda patut berhati-hati. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa kurang tidur bisa membuat tubuh semakin gemuk, bahkan tanpa Anda sadari.

Untuk membuktikan teori ini, para peneliti dari Uppsala University, Swedia, melakukan sebuah penelitian yang melibatkan 14 pria dengan berat badan normal. Setelah diminta untuk tidak tidur sama sekali, mereka diberi uang untuk berbelanja. Pada hari berikutnya, mereka diminta untuk tidur dengan waktu yang cukup yaitu sekitar 7-8 jam dan kembali diberi uang untuk berbelanja.

Sebelumnya para peneliti telah menyiapkan 20 makanan rendah kalori dan 20 makanan tinggi kalori. Para peserta hanya boleh membeli makanan dari 40 pilihan ini secara bebas. Seluruh peserta juga diberi sarapan untuk meminimalisasi efek lapar yang muncul saat mereka pergi belanja.

Hasilnya, meskipun mereka berbelanja dengan kondisi perut yang sudah kenyang dan terisi makanan, para peserta yang kurang tidur membeli makanan tinggi kalori lebih banyak 9 persen. Sementara berat badan mereka juga naik sebanyak 18 persen dibandingkan dengan saat mereka cukup tidur.

Para peneliti berpendapat hal ini terjadi karena faktanya kurang tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali secara alami akan meningkatkan hormon yang terkait dengan rasa lapar pada seseorang.

"Kami berhipotesis bahwa kurang tidur menimbulkan efek lapar yang lebih tinggi dan kurangnya kontrol diri saat belanja makanan. Akibatnya kalori pun akan berisiko meningkat, begitu juga dengan berat badannya. Temuan ini penting untuk diperhatikan sebab akan mempengaruhi pilihan konsumsi pangan dalam jangka lama jika memang orang tersebut sering kurang tidur," ujar pemimpin tim, Colin Chapman, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (6/9/2013).

Mereka berpendapat hasil temuan ini bisa dijadikan perhatian oleh mereka dengan pekerjaan yang menuntut mereka menjadi siaga saat malam hari dan menjadi kurang tidur, seperti sopir taksi dan petugas kesehatan.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Obesity.


(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/30e29fa9/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A90C0A60C1830A380C23518220C7630Cbenarkah0Ekurang0Etidur0Ebisa0Emembuat0Egemuk0Eini0Ejawabannya/story01.htm