Pages

Rabu, 18 September 2013

Bayiku Sulit Tidur!

SAKIT, demam, batuk, pilek, tumbuh gigi, atau berisik dapat menjadi alasan mengapa bayi susah tidur. Bukan hanya anak yang merasa tak nyaman, orangtua pun ikut begadang sepanjang malam bila buah hatinya tak nyenyak tidur. Otomatis semua merasakan dampaknya. Selain mengganggu jam tidur juga dapat merugikan kesehatan.

Lantas, bagaimana menyikapi bila Moms mendapati si kecil sulit tidur pada malam hari? Berikut pakar kesehatan tidur, dr. Rimawati Tedjasukmana, SPS, RPSGT memaparkannya lebih lanjut, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

Manfaat Tidur

Lamanya waktu tidur yang baik untuk bayi 0-6 bulan rata-rata berkisar 16 jam sehari. Semakin bertambah usianya maka waktu tidurnya semakin berkurang.  Tak hanya bagi orang dewasa, tidur juga sangat penting untuk bayi.   

Pada zaman Yunani, tidur disamakan dengan mati singkat. Padahal sebenarnya tidur adalah proses aktif, meski tubuh tidak bergerak, tapi otak tetap bekerja. Jadi tidur tak sekadar mengistirahatkan badan, tetapi memiliki 'segudang' manfaat. Diantaranya; untuk beristirahat, konsentrasi energi, restorasi (memperbaiki sel), pembentukan sel baru, meningkatkan memori, ada beberapa hormon yang dikeluarkan saat tidur, seperti hormon pertumbuhan (growth hormone).

Sebaliknya, bila si kecil mengalami kurang tidur atau gangguan tidur maka pembentukan hormon akan terganggu yang berakibat pertumbuhan anak terhambat, seperti badannya terlihat lebih kecil dibanding anak seusianya. Selain gangguan pertumbuhan, anak akan mengalami gangguan pernapasan. Pada anak yang sudah agak besar gangguan yang sering muncul yaitu mengompol, sleep walking, sleep talking, teriak-teriak saat tidur, dan sebagainya. Jika gangguan tidur yang kronis berkepanjangan, maka ketika dewasa akan memicu timbulnya beberapa gangguan/penyakit seperti penyakit jantung kardiovaskuler, diabetes, dan lain-lain.

11 Faktor Penyebab & Solusinya

1.Penyakit atau gangguan kesehatan

Contohnya gangguan pernapasan batuk, dan lainnya.

Solusi: umumnya bayi kalau ada sesuatu yang tidak nyaman di tubuhnya seperti adanya penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, akan rewel/menangis terus menerus. Misalnya; kolik, demam, atau gumoh yang berlebihan. Jika diperlukan, bawa segera ke dokter. Gangguan pernapasan pada tiap bayi berbeda-beda, sehingga memerlukan diagnosa terlebih dulu. Misalnya; asma, gangguan pernapasan oleh sebab lain, hidung tersumbat karena alergi, sleep apnea, central apnea dimana otak tidak memberi perintah untuk bernapas sehingga secara periodik akan berhenti napas sendiri dan jika keterusan dapat meninggal (ondine's curse)/saat tidur napas berhenti sendiri.

2.    Pembiasaan dari orangtua

Sebenarnya ini adalah 'kesalahan' orangtua dimana si kecil mengasosiasikan tidur dengan orang atau benda tertentu, sehingga kalau tidak ada orangtuanya maka dia tidak bisa tidur. Contohnya ketika mau tidur harus digendong dulu, ketika sudah tidur baru ditaruh/diletakkan di ranjang/boks. Ketika bayi terbangun tengah malam dan tidak ada orangtuanya maka ia tidak bisa tidur lagi, dan harus digendong lagi agar mau tidur. Hal itulah yang menyebabkan tidurnya sangat tergantung orangtuanya. Begitu juga dengan pemberian dot atau empeng, tidak bisa tidur kalau tidak sambil ngedot.

Solusi: sebaiknya ketika bayi sudah mengantuk baru diletakkan/ditaruh di ranjang/boks agar ia tidur sendiri. Jangan sampai tertidur saat digendong. Jangan biasakan si kecil ngedot atau ngempeng pada saat-saat jam tidurnya.

3.    Hubungan sangat erat dengan orangtua

Ketika bayi tidurnya dipisah dari orangtuanya, timbul kecemasan dan kegelisahan baik pada bayi dan orangtuanya, sehingga si kecil menjadi rewel dan mudah terbangun.

Solusi: orangtua sebaiknya jangan terlalu khawatir, jangan ngek sedikit saja langsung didekati, kadang si kecil cuma ingin miring atau hanya menggigau. Moms bisa menaruh boneka kesayangan si kecil untuk menemaninya saat tidur. Tapi ingat, jumlahnya jangan terlalu banyak, karena bayi akan mengasosiasikan ranjang/boks sebagai tempat bermain bukan tempat untuk tidur.

4.    Mengatur diri sendiri

Pada bayi mulai usia 9-10 bulan, sering muncul kemauan sendiri, semacam perlawanan, ingin mengatur diri sendiri. Misalnya orangtua ingin anak tidur pada jam-jam tertentu, tapi anak menolak, waktu tidur bergantung keinginannya sendiri.

Solusi: agar si kecil mau tidur jangan tiba-tiba langsung diletakkan/ditaruh di ranjang/boks supaya tidur. Untuk membantu si kecil agar cepat terlelap, buatlah ritual yang sama setiap mau tidur misalnya membacakan buku cerita/didongengkan, atau beri ia kecupan, belaian sayang, pelukan hangat dan senandung lembut yang bisa menjadi pengantar tidurnya. Sejak bayi sudah mulai dibiasakan, supaya ia mengasosiasikan hal itu dengan tidur, sehingga setiap Moms melakukan ritual sebelum tidur ia berpikir, 'sebentar lagi saya mau tidur'. Ajarkan bahwa waktu tidur telah tiba. Misalnya, dengan meredupkan lampu kamar atau meminimalkan suara bising.

5.    Lingkungan tidak nyaman

Tidur membutuhkan rileks dan ketenangan sendiri. Jadi kalau ada hal yang mengganggu misalnya mau tumbuh gigi, suara bising/berisik, sakit nyeri/demam, bayi akan gelisah dan terganggu tidurnya.

Solusi: jauhkan kamar tidur dari suara bising/berisik di lingkungan sekitar. Jika bayi mulai tumbuh gigi atau sakit, segera konsultasikan ke dokter agar mendapat pengobatan atau solusi yang tepat. Buatlah suasana tidur yang tenang dan nyaman agar si kecil mudah tidur dan tidak terganggu tidurnya.

6.    Lampu kamar terlalu terang

 Lampu yang terlalu terang sering membuat sulit tidur. Tidur membutuhkan sedikit cahaya/redup.

Solusi: sebaiknya cahaya lampu redup, tidak terang dan tidak gelap sama sekali. Dengan sedikit cahaya akan memudahkan anak untuk tidur. Moms pun akan mudah melihat keadaan si kecil sesekali atau jika ia terbangun tengah malam.

7.    Ventilasi buruk

Sirkulasi udara yang kurang baik akan memengaruhi kenyamanan dan kesehatan bayi.

Solusi: kamar tidur bayi seharusnya memiliki ventilasi/sirkulasi udara yang baik, terutama bayi dengan bakat alergi. Kamar tidur harus dijaga kebersihannya, usahakan jangan sampai ada debu. Pada bayi yang mempunyai alergi hindari menggunakan aromaterapi atau wangi-wangian, dikhawatirkan akan menyebabkan sesak napas. Suhu kamar juga dijaga jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Kalau menggunakan AC, atur suhu jangan sampai bayi kedinginan.

8.    Timbul rasa lapar

 Pada bayi yang masih mengonsumsi ASI setiap 2-3 jam sekali pasti terbangun, karena ASI lebih mudah dicerna sehingga bayi akan lebih cepat lapar. Lain halnya pada bayi yang minum susu formula tidurnya lebih lama karena proses mencernanya lebih lama. Perut si kecil dalam keadaan kenyang sebelum ia tidur, tapi jangan terlalu kenyang ya Moms, kekenyangan justru membuat bayi susah tidur.
Solusi: segera susui si kecil jika ia terbangun karena lapar. Suapi si kecil sebelum jam tidurnya. Tapi ingat, jangan juga ia mengalami kekenyangan saat akan tidur, karena hal ini akan membuatnya sulit tidur.

9.    Tidak nyaman dengan pakaiannya

 Pakaian yang tidak nyaman di tubuh bayi, seperti tidak menyerap keringat atau terlalu sempit dapat menganggu tidur bayi.

Solusi: kenakanlah baju tidur yang ukurannya sesuai dengan tubuh bayi (jangan terlalu
besar/kecil), serta terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat.

10.    Tubuhnya kotor atau tidak segar

Bayi merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat atau popoknya basah.

Solusi: sebelum tidur basuh tubuh bayi dengan waslap yang dibasahi air hangat. Jika perlu, oleskan minyak telon pada perut dan punggungnya, serta sapukan bedak pada lipatan-lipatan kulit bayi. Periksa juga apakah popoknya sudah basah atau penuh. Jika ya, ganti dengan popok yang baru.

11.    Terlalu banyak memberi stimulasi yang menyenangkan hati bayi

Campuran antara rasa senang dan lelah bisa membuat bayi susah memejamkan mata.

Solusi: upayakan untuk tidak mengajaknya bermain dekat waktu tidurnya, atau saat bayi sudah mengantuk. Jika ia sedikit-sedikit memejamkan mata dan terlihat mengantuk atau mulai rewel/menangis mengindikasikan ia ingin tidur. l (ind)

Source : http://health.okezone.com/read/2013/09/18/483/868160/bayiku-sulit-tidur