Pages

Jumat, 06 September 2013

Anak dengan Teman Fantasi, Normalkah?


KOMPAS.com -
Saat ini, orangtua Anisa sering bingung ketika anak kesayangannya itu berbuat yang aneh-aneh. Seakan si kecil berbicara dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Anisa kadang berbicara dengan Libi, begitu nama teman fantasi atau teman khayalannya itu. Bahkan dia bisa mendiskripsikan bahwa temannya itu tidak punya rambut dan bajunya aneh.

Di kesempatan lain, Anisa berbuat aneh lagi ketika dia berbicara dengan tembok. Anehnya Anisa mengatakan bahwa si Libi ternyata bisa masuk menembus tembok dan hilang tetapi tetapi bersuara dalam tembok. Seringkali sebagian klinisi menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar bila dilihat dari segi psikologis. Tetapi pengamatan pseudosains ternyata didapatkan berbagai keunikan dan keanehan tertentu.

Saat dikonsultasikan pada psikolog,  hal itu merupakan kewajaran karena pengembangan imajinasi anak. Tetapi beberapa orang yang mencermati terdapat keanehan dan keunikan dalam tampilan teman fantasi tersebut. Sebagian orang yang pernah mengalami sendiri dan sering menyaksikan banyak kasus anak tersebut percaya bahwa hal tersebut adalah kemampuan lebih yang tidak dimiliki anak lainnya untuk melihat sesuatu alam lain.

Kelompok orang tersebut sering disebut ilmu Pseudosains. Para ahli ilmiah sering menyebutkan alam bawah sadar, tetapi kalangan Pseudosains mengatakan bahwa hal tersebut dalam alam lain yang tidak semua orang bisa melihatnya. Menurut ilmu pseudoscientific bentuk transformasi manusia yang berevolusi memiliki kemampuan paranormal.

Dalam menilai dan menginterpretasi anak yang mempunyai kelebihan atau sebagian orang menyebut indigo, sangat luas dan bias bila ditinjau dari berbagai latar belakang keilmuan. Hal ini akan terjadi perbedaan pandang, perdebatan dan kontroversi yang luas bila bidang pseudoscientific itu dibicarakan dalam bidang ilmiah. Tetapi memang fakta kehebatan anak kelompok itu ternyata ada tetapi sulit dijabarkan dalam bentuk ilmiah.enturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum.

Pendapat Ilmiah

Ketika keanehan itu dikonsultasikan kepada psikolog, dengan bahasa klasik psikolog mengatakan bahwa Anisa mempunyai teman fantasi adalah hal yang normal karena merupakan imajinasi anak. Teman khayalan adalah dianggap kewajara dalam proses tumbuh kembang anak. Bahkan menurut para pakar perkembangan anak, anak yang punya teman imajinasi bisa mengembangkan keterampilan bahasa, memiliki pikiran aktif, mampu memecahkan masalah dan mengasah kreativitas.

Psikolog dan beberapa ahli lain mengatakan, teman khayalan adalah hasil kreasi anak sendiri. Si anak akan memberikan nama untuk teman imajinasinya. Bisa saja, nama tersebut akrab dengan telinga ibu, karena berasal dari tokoh cerita di buku yang sering kamu bacakan untuknya. Tapi bisa juga anak akan menciptakan nama sendiri bagi teman khayalannya. Tokoh yang diperankan anak juga bermacam-macam sehingga membuat ia kreatif menciptakan peran yang akan dimainkan.

Anak prasekolah yang suka bersosialisasi senang bila punya teman, dan kalau tak ada, mereka akan menciptakannya. Hampir separuh dari semua anak di dunia ini punya teman khayalan, seiring dengan berkembangnya imajinasi dan ketertarikan mereka terhadap dunia sandiwara.

Selain itu, teman bermain khayalan ini membuat anak punya tempat untuk mengeksplorasi dunia, termasuk hal-hal yang mungkin baru atau mengesalkan. Jika orang di dunia nyata si kecil bisa sakit atau sedih, begitu pun mungkin dengan si teman khayalan. Karena anak menguasai apa yang dialami oleh si teman khayalan, bila 'si teman' berhasil melalui suatu insiden yang menakutkan bisa membuat mereka merasa tenang. Bila teman khayalan anak Anda pergi (banyak anak bilang kalau si teman sudah pindah atau malah meninggal), teman khayalan lain mungkin akan menggantikan untuk beberapa tahun mendatang.

Para ahlipun mengatakan bahwa bermain dengan teman imajinasi bisa mendukung perkembangan anak, karena ia bisa belajar tentang peran, interaksi dua arah, kekuasaan dan mengontrol emosi. Anak akan menjadikan teman imajinasinya sebagai teman bermain. Jadi, tidak heran kalau setiap kali Anda memperhatikan, anak seakan-akan bicara sendiri atau menggunakan boneka alat peraganya. Namun pada kebanyakan anak, ibu akan melihat anak bicara sendiri, seolah-olah ada teman bermain di depannya. Melalui tokoh khayalan, anak belajar untuk mengasah kosakata dan melatih anak untuk berinteraksi. Saat berinteraksi anak ditantang untuk memiliki kosakata baru karena sifatnya adalah dua arah, dimana anak harus bisa melatih dirinya agar percakapan dengan teman imajinasi berjalan lancar. Sehingga otak anak terus dirangsang untuk berpikir kreatif.

Fakta Pseudosains

Dalam praktik sehari-hari sebagai dokter anak, penulis banyak sekali menemukan hal demikian. Awalnya penulis percaya bahwa hal tersebut adalah merupakan teman khayalan, teman fantasi biasa atau sekedar teman imajinasi. Tetapi saat dicermati ada beberapa keanehan dan keunikan serta berbagai gangguan yang menyertai saat anak mengalami hal tersebut. Fakta unik dari pengamatan sebagian kasus itu ternyata menunjukkan sesuatu hal yang misterius.

Penulis mengadakan pengamatan dan penelitian awal sekitar 35 anak yang mengalami hal tersebut. Beberapa anak yang mempunyai teman fantasi sebagain besar - bahkan hampir semuanya - mempunyai kelebihan lain yang bisa melihat alam lain yang saat ini masih dipercayai sebagian orang yang mengalami. Ternyata sekelompok anak ini sering menunjuk kesesuatu obyek seperti di atas lemari, di pintu atau di pojok dapur yang gelap dan mengatakan melihat badut, nenek berambut panjang, atau binatang naga yang berjalan di tembok.

Alhasil, beberapa anak sering minta untuk menutup pintu atau gorden kamar saat berteriak ketakutan. Sebagian anak saat bermain di luat terutama menjelang malam sering menunjuk ada sosok tertentu di bawah pohon, tetapi pendampingnya keheranan tidak melihat apa-apa.

Kelompok anak ini juga seringkali mempunyai keanehan saat masuk kamar hotel saat menginap di luar kota, si anak berteriak-teriak ketakutan dan selalu mengajak pulang. Ketika orangtua memaksakan masuk kamar tersenbut si anak rewel terus bahkan sering menunjuk-nunjuk ke atas tempat tidur dan tidalk mau naik ke tempat tidur semalaman. Akhirnya, sepanjang malam si buah hati dan ibunya harus tidur di lantai hotel. Saat anak di bawa ke luar kamar tampak anak tenang dan bergembira tidak ada nada ketakutan lagi.

Keunikan lainnya asebagian besar kelompok anak ini mengalami ketakutan dan menutup mata saat masuk beberapa rumah orang, masuk pintu mall, masuk pintu rumah makan. Anak tersebut selalu menunjuk-nunjuk ketakutan. Sebagian tidak mengatakan apa-apa, tetapi sebagian lain mengatakan melihat sosok badut atau orang tinggi besar bermata merah. Biasanya lokasi yang ditakutiu adalah tempat yang klasik, kuno, penuh patung dan dipenuhi berbagai barang-barang antik.

Kemisteriusan lainnya ternyata sebagian orang dewasa lain yang mempunyai kelebihan indera ke enam juga mengatakan bahwa melihat hal yang sama ketika anak mengalami hal yang aneh tersebut. Seorang ibu sering heran ketika beberapa minggu terakhir anak mempunyai kebiasaan meniup-niup dengkulnya dan meniup-niup teman fantasinya. Ternyata orang dewasa lain yang mempunyai kemampuan lebih juga mengatakan bahwa ternyata ada anak kecil tidak berambut yang juga sedang meniup-niup kakinya sendiri.

Sebagian orangtua kadang frustasi saat anaknya mempunyai keanehan tersebut. Bahkan, si Ayah karena takutnya sering mengingatkan isterinya agar jangan sekali-sekali bercerita kepada orang lain tetntang keanehan tersebut. Sang ayah khawatir kalau saja anaknya dianggap orang lain mempunyai kelainan jiwa.

Pada anak dengan teman fantasi biasanya bisa melihat tampilan sosok yang bersahabat atau yang aneh dan menakutkan. Saat wajah yang bersahabat itu bisa dilihat dan diajak berkomunikasi maka akan dianggap sebagai teman fantasi. Tetapi bila yang dilihat sosok yang menakutkan maka anak akan berlari ketakutan dan menutup matanya.

Fakta unik lainnya ternyata sebagian anak yang mengalami hal tersebut juga dialami oleh salah satu orangtuanya saat kecil. Terutama yang wajah orangtuanya sama dengan anak. Bahkan ada beberapa orangtua dewasa masih mengalami hal yang sama. Ketika anaknya berbincang dengan teman fantasinya itu, dia juga melihat sosok yang sama dengan yang dilihat anak saat berkomunikasi

Sebagian besar anak sekitar 80 persen anak setelah usia 5-7 tahun sudah tidak mengalami hal tersebut lagi. Tetapi sekitar 20 persen anak mengalami hal yang berkepanjangan sampai dewasa. Meski saat dewsa kemampuannya tidak sekuat seperti usia anak.

Sebagian anak juga mempunyai feeling dan perasaan yang kuat sampai bisa mengatakan sesuatu kejadian yang akan terjadi. Seorang anak yang punya teman fantasi juga sering membuat keanehan pernah melihat orang bergeletakan berdarah-dareah di depan hotel JW Marriot beberapa hari sebelum kejadian bom yang diledakkan teroris di tempat itu. Beberapa anak yang mempunyai teman fantasi sering melarang ayah dan ibunya bepergian karena malamnya akan ada peristiwa hujan lebat atau banjir padahal saat itu siang hari uadara panas dan tidak mendung.

Hal yang menyertai

Pada sebagian besar kasus, anak dengan teman fantasi mempunyai sensitif saluran cerna. Pada bayi sebagian mengalami gastroesofageal refluks, sering muntah atau gumoh, kembung, sering cegukan, buang angin keras dan sering. Sering rewel gelisah atau kolik menangis berkepanjangan dan menangis keras melengking lebih dari 15 menit.

Biasanya hal terjadi karena perutnya tidak nyaman atau sakit. Keluhan ini timbul terutama mulai sore hari hingga malam hari dan puncaknya saat dini hari atau saat subuh. Nyeri perut atau malam gelisah ini biasanya akan berkurang setelah usia 3 bulan.

Pada usia anak lebih besar atau orangtua yang mempunyai wajah yang sama dan kemampuan yang sama saat kecil ternyata juga mengalami sensitif saluran cerna. Di antaranya keluhan muntah makin berkurang tetapi masih sering mengalami gampang muntah bila menangis, berlari atau makan banyak atau bila naik kendaran bermotor, pesawat atau kapal. Sering mengalami mual pagi hari bila hendak gosok gigi atau sedang disuap makanan.

Sering sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering glegekan, sering kembung, sering buang angin dan buang angin bau tajam. Sering nyeri perut. Pada penderita dewasa sering megalami gejala penyakit "Maag", dyspepsia atau Iritable Bowel Syndrome.

Ternyata teori lama yang disebut teori "Gut-Brain Axis"yang masih menjadi kontroversi mungkin dapat menjelaskan ini semua. Anak-anak dengan gangguan saluran cerna sering mengakibatkan meningkatnya zat-zat mediator dalam tubuh yang dapat merangsang otak sehingga mengakibatkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan psedoscientific, tetapi juga mengakibatkan gangguan perilaku mulai ringan hingga tidak ringan. 

Dari penelitian awal penulis menunjukkan bahwa anak yang mempunyai teman fantasi dan memiliki gangguan saluran cerna juga mengalami hiperkenetik (anak tidak bisa diam dan sangat aktif), gangguan tidur malam, emosi tinggi dan keras kepala, gangguan konsentrasi tetapi anak sangat cerdas, gangguan motorik kasar dan gangguan perilaku lainnya. 

Gangguan ini biasanya sering terjadi pada anak alergi dan hipersensitif saluran cerna. Biasanya hipersensitif saluran cerna ini terjadi karena ketidak matangan saluran cerna (imaturitas saluran cerna) yang secara alamiah akan membaik setelah usia 5-7 tahun. Hal inilah yang menjelaskan mengapa berbagai gangguan pada anak tersebut akan menghilang saat anak usia din atas 5-7 tahun, Namun sebagian kecil lainnya akan menetap hingga dewasa.

Anak yang mempunyai kemampuan teman fantasi dengan gangguan saluran cerna biasanya mempunyai riwayat gangguan alergi seperti alergi kulit, hidung, sebagian lain mengalami asama dan mudah terkena batuk dan pilek.

Membedakan teman fantasi biasa dan pseudosains

- Pada teman fantasi biasa, anak akan berbicara dan bercerita dengan memegang obyek tertentu seperti boneka, mobil atau benda lainnya. Tetapi bisa dicurigai teman fantasi pseudosains bila anak saat berbicara memandang obyek tertentu dan bermain seperti biasa tanpa memegang obyek boneka dan anak mempunyai kelebihan indera ke enam seperti yang disebut di atas.

- Bila anak menyebutkan teman khayalannya itu nama tokoh supehero, tokoh komik atau tokoh film televisi maka biasanya adalah teman fantasi yang biasa. Tetapi bila si anak menyebut nama satu atau lebih nama yang disebut-sebut berulang dalam waktu yang lama maka harus dicurigai apakah teman fantasi pseudosains.

Pencegahan

- Pada anak yang mengalami fantasi pseudosains pendekatanmnya sulit dilakukan secara ilmiah bila tidak memahami latar belakang kejadian tersebut. Tetapi bila pseudosains dikaitkan dengan pengetahuan ilmiah akan dikaitkan dengan teori Gut Brain Axis, maka gangguan alergi dan hipersensitif saluran cerna harus dikendalikan jangan sampai menunggu usia 5-7 tahun akan membaik sendiri.

- Pada anak dengan teman fantasi biasa tanpa disertai gangguan pseudosains maka dapat dilakukan dengan mengenal si teman. Anak-anak senang, kalau orang tua menaruh perhatian terhadap ciptaan mereka. Mintalah si kecil melukis temannya, atau bergabunglah dengan mereka di dalam permainan. Membiarkan anak bertanggung jawab. Anak kecil tak punya banyak kesempatan untuk mengatur dunia di sekeliling mereka, jadi jangan coba-coba bicara pada si teman khayalan, atau bilang bahwa dia duduk di samping Anda sebelum anak Anda bilang begitu. Biarkan si kecil yang berinisiatif. Mengusahakan agar tetap bisa diatur. Biarkan anak mengarahkan respons orangtua. Jika ia tidak ingin orangttua memasuki pertemanan mereka, izinkan. Jika ia ingin orangtua ikut bermain, lakukan. Sebisa mungkin, jangan menambahkan ide cerita ke dalam plot imajinasi anak agar anak tetap berada di dunia nyata sekaligus memberi kesempatan dia mengembangkan imajinasi.

 - Jika teman khayalan selalu menjadi kambing hitam setiap kali anak melakukan kesalahan, segera fokuskan diri untuk mengambil konsekuensi. Misalnya, ketika anak mengatakan bahwa sat teman fantasinya memecahkan vas bunga , minta anak untuk berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan seperti temannya itu. Lalu katakan, anda akan membantu dia membersihkan vas pecah berantakan yang telah ditumpahkan si teman fantasi anak.

 - Seiring pertambahan usia anak, kenalkan dia dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dia lakukan bersama teman satu kelas, kerabat, atau tetangga dekat. Dengan demikian, ia bisa merasakan kesenangan yang nyata dan perlahan ia akan meninggalkan teman khayalannya.

Source : http://health.kompas.com/read/xml/2013/09/05/1502126/Anak.dengan.Teman.Fantasi.Normalkah.