Pages

Kamis, 05 September 2013

5 Mitos Seks yang Konyol Tapi Masih Dipercaya Hingga Kini

Jakarta, Bercinta seharusnya bisa menjadi momen yang menyenangkan bagi setiap pasangan suami istri. Namun adanya beberapa mitos yang seringkali membuatnya tak lagi menyenangkan.

Berikut 5 mitos tentang seks dan fakta yang sebenarnya, seperti dilansir Cracked, Rabu (4/9/2013):

Mitos 1: Afrosidiak mampu meningkatkan gairah bercinta

Untuk meningkatkan gairah bercinta, seringkali seseorang melakukan aktivitas yang romantis saat foreplay misalnya dengan mencium pasangan. Namun kini sudah mulai diperkenalkan beberapa afrosidiak atau makanan dan minuman yang bisa meningkatkan libido.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), faktanya afrosidiak tidak ada sama sekali. Belum ada satu jenis makanan atau minuman tertentu yang pernah terbukti memiliki efek langsung pada gairah seks seseorang.

Mitos 2: Pasangan menikah lebih jarang bercinta

Banyak orang berpendapat kehidupan seks setelah menikah akan lebih terkekang dan tak lagi menyenangkan. Kondisi ini pun dianggap semakin buruk seiring bertambahnya usia pernikahan.

Faktanya sebuah studi akhir-akhir ini menemukan hampir 50 persen pasangan menikah muda melakukan hubungan intim sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Kualitas dan kuantitas bercinta tak ditentukan dari sudah menikah atau belum, melainkan dari keintiman pasangan itu sendiri.

Mitos 3: Menarik penis sebelum ejakulasi akan mencegah kehamilan

Selama ini masih dipercaya bahwa menarik penis sesaat sebelum ejakulasi bisa dilakukan sebagai usaha untuk mencegah timbulnya kehamilan.

Faktanya, bahkan sebelum ejakulasi pun sebenarnya penis mengeluarkan cairan yang juga mengandung sperma walaupun jumlahnya tak banyak. Oleh sebab itu, meskipun belum ejakulasi, kehamilan tetap saja bisa terjadi.

Mitos 4: Bercinta sebelum bertanding olahraga akan menghambat performa

Mitos ini dulu termasuk paling populer. Ketika Pittsburgh Steelers bersiap-siap untuk bertanding di Super Bowl tahun 2006, mereka dipisahkan dari istri-istri mereka sebelum pertandingan besar tersebut, sebab semua orang berpendapat bahwa berhubungan seks sebelum pertandingan dapat mengganggu kinerja atlet. Bahkan Muhammad Ali menolak berhubungan seks selama 6 minggu sebelum pertandingannya.

Faktanya seks tak selalu sangat melelahkan. Penelitian telah menemukan bahwa hubungan seks justru sebenarnya membuat tubuh pria memproduksi lebih banyak testosteron. Efeknya mereka akan menjadi lebih kompetitif dan agresif. Menurut peneliti hal ini sebenarnya bermanfaat dalam persiapan untuk pertandingan besar.

Mitos 5: Seks pertama kali selalu 'menyiksa' wanita

Informasi yang selama ini diketahui bahwa selaput dara robek saat pertama kali wanita berhubungan intim merupakan penyebab munculnya rasa nyeri tersebut. Padahal selaput dara biasanya 'hilang' saat seorang gadis sudah cukup usia untuk terlibat dalam aktivitas seksual.

Selain itu, perlu diketahui bahwa vagina merupakan organ yang sangat sensitif dan cenderung selaras dengan kondisi mental wanita. Jika ia dan pasangannya melakukan hubungan seks secara lambat dan santai, maka bisa dipastikan rasa nyeri yang timbul akan berkurang.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/30ca190f/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A90C0A40C1958560C234960A20C1390A0C50Emitos0Eseks0Eyang0Ekonyol0Etapi0Emasih0Edipercaya0Ehingga0Ekini/story01.htm