Pages

Jumat, 05 Juli 2013

Baru 10 Persen Pasien Jantung Terlayani


Kompas.com- Peningkatan jumlah pasien penyakit jantung dan stroke ternyata tidak sebanding dengan fasilitas kesehatan khusus yang ada. Diperkirakan rumah sakit khusus jantung yang tersedia baru melayani sekitar 10 persen pasien.

Menurut data Riskedas 2007, penyakit jantung bersama dengan stroke dan hipertensi menjadi pembunuh utama. Bahkan, data dari inaheart.org menyebutkan, 48.800 bayi yang baru lahir berkemungkinan memiliki penyakit jantung bawaan.

Hal tersebut mendasari pendirian Rumah sakit khusus jantung, Jakarta Heart Centre (JHC), yang resmi dibuka pada Jumat (5/7/13). Rumah sakit yang terletak di bilangan Matraman, Jakarta Timur ini, memiliki keunggulan penanganan komperhensif pada pasien-pasiennya.

"Karena itu kami bervisi menjadi solusi yang tepat dalam penanganan kasus jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat Indonesia," kata dr.M.Andi Yasin, Direktur Utama JHC, dalam acara peresmian rumah sakit JHC.

Ia menjelaskan, keunggulan rumah sakit ini adalah fasilitas Hybrid Cathlab Bi Plane dimana pasien bisa diintervensi beberapa dokter sekaligus. Hal ini memungkinkan pasien tidak hanya ditangani seorang ahli jantung, tapi juga ahli bedah dan saraf sekaligus. Fasilitas ini tentu mempersingkat proses penyembuhan pasien.

Sementara bi plane adalah teknologi diagnostik dengan 2 dimensi. Teknologi ini memungkinkan pasien menerima kontras dan radiasi yang lebih sedikit. "Teknologi ini cocok untuk pasien jantung anak, bayi, maupun orang dewasa yang memiliki gangguan ginjal," kata Komisaris Utama RS. Jantung Jakarta, DR. dr. Fathema Djan, Sp.BTKV.

Rumah sakit ini , menurut Fathema, juga memiliki unit kegawatdaruratan yang tidak dimiliki rumah sakit lain. Dalam IGD pasien akan langsung menjalani tes EKG sehingga kondisi jantung bisa segera diketahui. Selanjutnya pasien bisa segera dibawa ke cathlab untuk memperoleh intervensi. Ruang IGD dan Cath lab yang bersebelahan, memungkinkan pasien bisa cepat mendapat penanganan. Penanganan hingga intervensi menurut Fathema, akan berlangsung dalam waktu hanya 90 menit.

Tingginya teknologi yang digunakan, tidak lantas membuat JHC menutup pintu bagi kalangan miskin. "Kami menerima pengguna Jamkesmas. KJS, atau JKN pada 2014 mendatang. Saat ini tersedia 30 tempat tidur bagi kalangan tidak berpunya di kelas 3," kata Fathema.

Fathema berharap, rumah sakit ini bisa menyatu dengan masyarakat di sekitarnya. Sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pengobatan untuk penyakit jantung. Selain itu, penyakit yang masih menghantui masyarakat ini, bisa perlahan dicegah dan diobati.

Source : http://health.kompas.com/read/xml/2013/07/05/1747020/Baru.10.Persen.Pasien.Jantung.Terlayani.